Senin, 13 November 2017
Senin, 30 Oktober 2017
Rabu, 07 Juni 2017
Oven Laboratorium, Incubator, Furnace dan Climatic Chamber Labec - Batavialab
PT. Mitra Jagad Inti - Batavialab menjual berbagai jenis kebutuhan laboratorium dari Labec Australia seperti
1. Oven Laboratorium
2. Furnace
3. Incubator
4. Environment Humidity Test Chamber atau Climatic Chamber
Untuk keterangan lebih lanjut atau pemesanan silahkan menghubungi
Telp.: (021) 82423951 - (021) 82732995 - 0878 8545 8787
Email.: sales1@batavialab.com - sales2@batavialab.com
Website.: www.batavialab.com - www.mitrajagadinti.web.indotrading.com
#Batavialab #MitraJagadInti #AlatLaboaratorium #AlatLab #Oven #OvenLAb #Furnace #MuffleFurnace #Incubator #LabIncubator #ClimaticChamber
1. Oven Laboratorium
2. Furnace
3. Incubator
4. Environment Humidity Test Chamber atau Climatic Chamber
Untuk keterangan lebih lanjut atau pemesanan silahkan menghubungi
Telp.: (021) 82423951 - (021) 82732995 - 0878 8545 8787
Email.: sales1@batavialab.com - sales2@batavialab.com
Website.: www.batavialab.com - www.mitrajagadinti.web.indotrading.com
#Batavialab #MitraJagadInti #AlatLaboaratorium #AlatLab #Oven #OvenLAb #Furnace #MuffleFurnace #Incubator #LabIncubator #ClimaticChamber
Selasa, 02 Mei 2017
Promo Mei Batavialab PT. Mitra Jagad Inti
PT Mitra Jagad Inti – Batavialab dapat menyediakan peralatan dan kebutuhan laboratorium, meliputi :
1. Mikroskop (Mikroskop Biologi, Stereo, Polarisasi,
Digital, Metalurgi, Industri, dll.)
2. Pembuatan Furniture Laboratorium (Island & Wall
Bench)
3. Fume Hood, Biological Safety Cabinet, Laminar Air Flow
& Flammable Storage
4. Ultrasonic Homogenizer
5. Balance (Analytical, Precision & Industrial
Balance)
6. Oven & Incubator Laboratorium
7. Autoclave & Ultrasonic Cleaner
8. pH Meter, Conductivity Meter & Dissolved Oxygen
Meter
9. Water Purification & Water Still
10. AAS, Spectrophotometer, Flame Photometer &
Mercury Analyzer
11. Karl Fischer, Coulometer & Titrator
12. Refractometer & Polarimeter
13. Shaker, Sieve Shaker, Shaking Incubator & Shaking
Waterbath
14. Viscometer & Rheometer
15. Freeze Dryer, Laboratory Freezer & Laboratory
Refrigerator
16. Combustion - Emission Analyzer, Gas Leak Detector
& Gas Monitor
Selasa, 14 Februari 2017
Lima Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Melakukan Proses Liofilisasi
Ada
yang mengatakan bahwa pengeringan beku merupakan sebuah seni, bukan sekedar
ilmu pengetahuan. Pengeringan beku mampu membantu meningkatkan kemampuan
artistik Anda dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki. Beberapa
kesalahan yang sering dilakukan saat proses pengeringan beku karena Anda tidak
menguasai seni tersebut.
1. Tidak
mengetahui ntitik leleh sampel yang Anda gunakan
Tanpa mengetahui titik leleh sampel atau melting
point, Anda tidak dapat memilih Liofilizer atau Freeze dryer yang benar dan
tepat, bahkan sampel dapat meleleh selama proses berlangsung. Pengeringan beku
memerlukan perbedaan suhu antara suhu eutektik sampel dan kolektor freeze
dryer. Kolektor harus 20 derajat lebih dingin dari suhu eutektik untuk
memungkinkan sublimasi dapat berjalan dengan tepat dan benar selama
liofilisasi.
Sebagai contoh, Etanol. Bahan kimia yang memiliki
titik beku -114°C jika diproses ke dalam pengeringan beku, suhu kolektor yang
diperlukannya adalah -134°C. Etanol yang mudah dibekukan yaitu etanol encer,
dengan menaikkan suhu eutektik sampel untuk suatu titik. Namun untuk etanol
murni akan sangat sulit dilakukan, apalagi menggunakan pengering beku nitrogen
cair adalah tidak mungkin.
2. Berpikir
bahwa lebih dingin akan menghasilkan hasil yang lebih baik
Ada seseorang yang mengira freeze dryer-nya tidak
dapat bekerja karena yang biasanya pengeringan beku memakan dua hari
pengeringan beku, ini mereka alami hingga seminggu. Ketika saya ditanya berapa
suhu yang dipasang pada rak pengering, saya menjawab -40°C. Tanpa suhu yang
sesuai, pengeringan beku akan memakan waktu yang lama. Port lebih cepat membeku
karena panas ambien dari ruangan. Selama pengeringan primer, Anda atur suhu rak
hanya dibawah suhu eurektik sampel. Seperti contohnya air, ini berarti rak akan
ditetapkan suhunya sekitar -5°C dari suhu beku air yaitu 0°C. hal tersebut
memungkinkan panas yang cukup yang bergerak menuju rak untuk mendorong molekul
sampel bergerak namun tidak sampai mencair atau mencegah dari proses pencairan.
3. Menggunakan
peralatan yang salah untuk meletakkan sampel Anda
Perlu diketahui, sebelum memilih freeze dryer
pertimbangkan hal berikut untuk freeze dryer yang bekerja dengan optimal dan
baik.
·
Berapa banyak air yang akan
diliofilisasi
·
Sampel apa yang akan diliofilisasi, dan
ketahui suhu eutektiknya
·
Cara yang benar menggunakan freeze dryer
Jika Anda memerlukan proses pengeringan beku hingga
10 Liter, freeze dryer 1 Liter bukanlah pilihan terbaik. Freeze dryer kapasitas
18 Liter yang kami rekomendasikan. Pastikan Anda mendapat kolektor suhu yang
tepat untuk mencegah sampel mencair dan mengkontaminasi minyak pelumas pompa
vakum freeze dryer Anda. Dan jika unit freeze dryer tidak digunakan dengan
benar, sampel bisa merusak segalanya. Membaca panduan pengeringan beku dapat
sangat membantu.
4. Pompa
vakum dalam pengering beku tidak dijaga, bahkan diperhatikan kondisinya
Walaupun ukurannya dapat disepelekan, pompa harus
dijaga dalam keadaan optimal untuk melakukan proses pengeringan beku. Ada
beberapa yang perlu diingat tentang pompa vakum. Menjalankan pompa
denganballast terbuka 30 menit sebelum dan sesudah proses pengeringan beku
dilakukan akan memperpanjang hidup pompa, setidaknya kita berusaha agar pompa
tetap awet seperti umur unit freeze dryer karena pompa yang awet mendukung
freeze dryer tetap awet. Membersihkan ballast gas dari kontaminan di pompa
dapat mencegah kerusakan pada komponen dalam freeze dryer. Periksa pelumas
pompa dari warnanya dan adanya partikel yang terlihat, serta ganti pelumas jika
diperlukan.
5. Memiliki
aksesoris pengering beku yang salah pada proses liofilisasi
Apakah Anda memerlukan sumbat sampel di bawah vakum?
Jika demikian, ruang stoppering diperlukan juga. Apakah Anda mengeringkan
sampel di flask? Jika ya, Anda memerlukan ruang pengering dengan port yang
sesuai untuk flask. Dan jika Anda melakukan pengeringan dengan pelarut atau
asam, pompa vakum hybrid sangat dianjurkan.
Dengan menghindari kesalahan di atas, hidup freeze
dryer yang Anda miliki akan panjang, begitu pun dengan pompa vakumnya.
Tentunya, Anda akan memiliki hasil karya seni terbaik Anda saat proses
pengeringan beku selesai, karena pengeringan beku merupakan penciptaan karya
seni bukan sekedar aplikasi ilmu pengetahuan.
(Sumber:
Labconco)
Tujuh Hal Tentang Makanan yang Diolah dengan Pengeringan Beku
1. Keju
cottage yang dikeringbekukan dapat bertahan hingga 30 tahun tanpa disimpan
dalam pendingin
Makanan yang dikeringbekukan dapat bertahan lebih
lama bahkan sangat lama hingga lebih dari 30 tahun sebelum dibuka kemasannya.
Selain keju cottage diatas, barang-barang dari Mountain House, sebuah vendor
terkemuka menghasilkan daging sapi potong dadu seharga $52,5; keju kering
kemasan kaleng seharga $65,4; telur daging orak-arik beku kemasan kaleng yang
dapat disajikan 16 porsi dihargai tidak sampai $32.
2. Kesulitan
ekonomi dan bencana alam mendorong orang untuk menyimpan makanan
Industri makanan dengan proses Pengeringan beku
(Freeze Drying) muncul di akhir 1970-an ketika adanya kekhawatiran yang meluas
dari krisis minyak tahun 1973 dan 1979 dan stagflasi memberikan dampak untuk
orang-orang menyimpan banyak persediaan makanan. Krisis ekonomi mendorong
lonjakan penjualan produk makanan kering beku.
3. Makanan
hasil Pengeringan beku (Freeze Drying) dihasilkan dari proses yang membutuhkan
banyak energi
Pengeringan beku (Freeze Drying) adalah salah satu
cara yang paling memerlukan energi yang intensif untuk mengawetkan makanan.
Menurut R. Paul Singh, Seorang Profesor ahli ilmu dan teknologi pangan
University of California. Mountain House yang menggunakan proses dan teknologi
ini mengeringkan makanan dengan jumlah 3.000 Pound selama 18 sampai 20 jam
hingga menghasilkan bobot produk 900 Pound. Proses tersebut memakan energi
sebesar 2,4 juta Btu panas, 1,2 kali energy yang dibutuhkan untuk pengalengan,
dan 1,7 kali lebih banyak dari energi yang dibutuhkan untuk pembekuan.
4. Kaum
Mormon adalah penggemar makanan storage
Gereja Kristus Mormon dengan orang-orang sucinya di
zaman akhir mendorong anggotanya untuk selalu menyimpan pasokan makanan untuk
satu tahun kedepan, banyak perusahaan makanan kemasan didirikan khusus untuk
melayani kaum Mormon. Self Reliance adalah salah satu perusahaan tersebut di
Lindon, Utah, yang menguasai pasar Mormon. Sudah beroperasi di 50 negara,
membuat sekitar 75.000 pelanggan online dan menjual produk senilai $ 2.400.000
makanan kering-beku, wadah penyimpanan, dan produk untuk kondisi darurat per
tahun.
5. Produk
hasil Pengeringan beku (Freeze Drying) relatif lebih sehat
Gary Stoner seorang professor kedokteran di Medical
College of Winconsin menemukan bahwa pada buah yang dikeringbekukan dapat
menahan kehilangan nutrisi dan zat penting lainnya seperti 90% antosianin dapat
dipertahankan yang merupakan zat pencegah kanker.
Vitamin dan nutrisi lainnya seperti vitamin C dan E,
serta asam folat sedikit yang hilang dengan Pengeringan beku (Freeze Drying)
disbanding metode dan teknologi pengeringan lainnya. Setelah direhidrasi atau
ditambahkan air kembali, produk Pengeringan beku (Freeze Drying) ini, terutama
buah, menjadi makanan dengan nilai gizi yang mirip sekali dengan makanan asal
atau segarnya menurut Diane Barret seorang professor ilmu dan teknologi pangan di
UC-Davis. Dia mengatakan bahwa Pengeringan beku (Freeze Drying) merupakan cara
terbaik mengawetkan makanan.”
6. Proses
Pengeringan beku (Freeze Drying) adalah teknik yang benar-benar tua
Pengeringan beku (Freeze Drying) merupakan proses
tiga langkah yang diawali dengan titik beku. Berikutnya makanan ditempatkan
dalam ruang vakum dengan panas yang rendah. Kristal air yang membeku menguap
langsung dari es menjadi uap air, prosesnya disebut sublimasi. Makanan kemudian
mengalami pengeringan sekunder dimana setiap molekul air yang tersisa
dikeluarkan dengan suhu yang sedikit lebih tinggi. Makanan disegel untuk
mencegak kontaminasi dengan air dan oksigen. Proses ini sebenarnya sudah lama
diterapkan. Kembali ke tahun 1200 Masehi suku Inca mengeringbekukan kentang (chuno)
dan dendeng (charqui) ditempatkan di atas batu hingga membeku semalaman
kemudian dikeringkan dengan menjemurnya. Tentunya hal tersebut Pengeringan beku
(Freeze Drying) yang sangat sederhana dan tua.
7. Makanan
hasil pengolahan Pengeringan beku (Freeze Drying) bisa sangat lezat rasanya
Makanan
dengan proses produksi Pengeringan beku (Freeze Drying) sangat nikmat
dihidangkan dengan merehidrasinya. Hal itu menjadi kunci kenikmatan menyantap
makanan kering dengan proses Pengeringan beku (Freeze Drying). Walaupun seperti
Styrofoam saat belum direhidrasi, tetapi makanan itu sangat nikmat jika
ditambah air hangat atau panas.
Langganan:
Postingan (Atom)















