Rabu, 02 November 2016

Batavialab : Aplikasi Ultrasonik pada Teknologi Pangan dan Daging



Ultrasonik pada Teknologi Pangan

Ultrasonik tumbuh secara cepat dalam dunia riset yang meningkatkan penggunaannya pada industry pangan baik untuk analisis maupun modifikasi produk pangan. Kerja ultrasonik dapat dibagi ke dalam frekuensi tinggi, ultrasonik energy rendahdan frekuensi rendah, serta ultrasonik berkekuatan tinggi. Metode-metode yang pernah ada sebelumnya yang biasa digunakan seperti teknologi analitik non destruksi untuk quality assurance dan kontrol proses dengan mengacu pada sifat fisikokimia seperti komposisi, susunan atau struktur, dan sifat fisik produk pangan. Saat ini, ultrasonik menjadi bahan pertimbangan untuk menjaadi teknologi yang menjanjikan dan sangat penting bagi proses pengolahan pangan di industri. Penggunaan ultrasonik pada proses dinilai sebagai metodologi yang menarik dan juga dapat melengkapi kekurangan teknik-teknik pengolahan bahan pangan yang klasik. Beberapa area cekupan teknologi ini telah berhasil diidentifikasi dengan pengembangan yang potensial di masa depan seperti kristalisasi, penghilangan gas, pengeringan, ekstraksi, filtrasi, pembekuan, homogenisasi, pengempukan daging, dan sterilisasi.


Ultrasonik pada Teknologi Daging

Penggunaan ultrasonik untuk memprediksi lemak dan otot pada ternak telah ada sekitar tahun 1950-an. Saat ini, teknologi ultrasonik secara rutin digunakan oleh industri daging baik untuk mengevaluasi ternak, identifikasi tanggal penyembelihan, memperkirakan kualitas, kelezatan daging, dan kemudahan pemotongan karkas.

Satu dari segala atribut penting mengenai kualitas daging yang mempengaruhi kepuasan dan persepsi konsumen dari daging adalah kelembutan atau keempukan daging. Ketidakkonsistenan pada keempukan daging rata-rata menjadi masalah utama yang dialami industri daging ternak. Mesikpun riset panjang telah dilakukan untuk meraih konsistensi kualitas daging, hal tersebut masih sulit dipahami pada ilmu pengetahuan daging. 

Keempukan dipengaruhi setidaknya oleh komposisi, struktur organ dan bobot otot rangka (Jayasoorya,2004). Dalam Jayasoorya et. Al (2007), keempukan daging ditentukan oleh dua komponen utama dari otot rangka; jaringan kontraktil yang sebagian besar adalah fraksi myofibril dan fraksi jaringan ikat/penghubung.

Keempukan daging dapat dikontrol dengan manipulasi sebelum dan sesudah pemotongan melalui metode fisik seperti stimulasi elektrik dan perenggangan daging (tenderstretch) dari karkas yang prerigor. Daging postrigor juga dapat diperbaiki kualitasnya dengan metode mekanis seperti tenderisasi dengan blade/pisau, teknologi tekanan tinggi, dan proses hydrodyne. Metode kimia dan biokimia juga digunakan untuk pengempukan daging.

Pentingnya keempukan daging terhadap daya terima industri yang menggunakannya sebagai bahan baku mengenai konsistensi keempukan dan peningkatan keempukan secara cepat menjadikan proses dan metode yang klasik perlu dievaluasi.

Satu kemungkinan yaitu menggunakan ultrasonik yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dari bahan yang dilalui mekanisme kativasi seperti gaya gunting yang besar, tekanan, dan suhu sehingga suatu bahan dapat menjadi lebih lunak, seperti contohnya daging.

Aplikasi ultrasonik untuk memicu perubahan pada sifat fisik dan kimiawi daging dan produk pangan telah menarik perhatian periset dalam beberapa decade karena metode tersebut merupakan teknik fisik murni yang menawarkan alternative untuk menggantikan proses pengempukan daging secara kimiawi dan termal. Ultrasonik telah teruji kemampuannya menstimulasi rusaknya membran sel yang dapat meningkatkan keempukan daging secara langsung, melalui pelemahan fisik dari struktur otot, atau secara langsung melalui aktivasi enzim proteolitik dengan lepasnya katepsin dari lisosom dan ion kalsium dari ruang intraseluler yang menjadikannya dapat mengaktivasi kalpain (enzim proteolitik).

Beberapa studi memperlihatkan bahwa keempukan daging dapat ditingkatkan dengan ultrasonik frekuensi rendah (22 – 40 kHz) pada penelitian Dickens et. Al 1991 dan Dolatowski (1988, 1989). Sedangkan pada Zayas dan Gorbatow (1978) juga melaporkan bahwa terjadi peningkatan keempukan pada daging yang direndam air asin dan disonikasi pada frekuensi 22 kHz dan 1,5 – 3 W/cm2.

Ultrasonik menyebabkan fragmentasi myofibril dan berpisahnya komponen-komponen seluler (Dolatowski, 1988). Proses ultrasonik pada daging menyebabkan peningkatan hasil yang signifikan, keempukan dan daging yang juicy pada produk akhir (Dolatowski & Stasiak, 1995).

Sumber

Acta Sci. Pol., Technol. Aliment. 6(3) 2007, 89-99
Dolatowski Z.J., 1988. Ultrasonics 2. Influence of ultrasonics on the ultrastructure of muscle
tissue during curing. Fleischwirtschaft 68 (10), 1301-1303.
Dolatowski Z.J., 1989. Ultrasonics 3. Influence of ultrasonics on the production technology and
quality of cooked ham. Fleischwirtschaft 69 (1), 106-111.
Dolatowski Z.J., Stasiak D.M., 1995. Tumbling machine with ultrasound. In: The 9th Congress of
Food Science and Technology. Budapest, 153.
Jayasooriya S.D., Bhandari B.R., Torley P., D’Arcy B.R., 2004. Effect of high power ultrasound
waves on properties of meat: a review. Int. J. Food Prop. 7, 2, 301-319.
Jayasooriya S.D., Torley P.J., D’Arcy B.R., Bhandari B.R., 2007. Effect of high power ultrasound
and ageing on the physical properties of bovine Semitendinosus and Longissimus muscles.
Meat Sci. 75, 628-639.
Zayas J.F., Gorbatow W.M., 1978. Use of ultrasonics in meat technology. Fleischwirtschaft 6,
1009-1012.

Batavialab: Peran Ultrasonik dalam Produksi Kosmetik

Ultrasonic Homogenizer Hielscher


Ultrasonik memiliki banyak aplikasi dalam proses pengembangan maupun manufaktur kosmetik dan personal care pada industri. Aplikasinya berupa emulsi, dispersi, pengecilan ukuran partikel, preparasi liposom, dan ekstraksi bahan aktif pada industri kosmetik. Peralatan ultrasonik dapat diterapkan pada laboratorium riset hingga industri berkapasitas besar. Proses ultrasonik dari produk kosmetik perawatan kulit dan wajah harus memiliki standar kualitas yang tinggi dan terbaik. Teknologi proses yang diandalkan  sangat sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. Ultrasonik merupakan teknik yang dapat diandalkan untuk homogenisasi dan ekstraksi, menghasilkan produk bernilai tambah yang baik, dan menghasilkan produk yang inovatif. Untuk menjaga kiprah pengembangan dan riset produk kosmetik, homogeniser yang powerful dan dapat diadaptasi dengan proses pengembangan dan riset kosmetik tersebut sangat diperlukan. Hielscher Ultrasonic menyediakan Anda peralatan ultrasonik yang dapat diandalkan pada setiap tahap proses, mulai dari pengembangan formula baru saat riset hingga proses manufakturmnya.

1.       Emulsi
Ultrasonik adalah teknik terkini yang digunakan untuk memproduksi emulsi dengan ukuran yang sangat baik sepertti mini-, nano-, atau mikro emulsi. Selama pemaparan ultrasonik saat homogenisasi, kativasi yang intens pada pengadukan dua atau lebih fase dapat berubah ukuran partikelnya ke dalam droplet yang sangat kecil. Stabilitas emulsi yang tinggi dapat diraih dengan kecilnya ukuran droplet dan kecilnya polidispersitas dari distribusi droplet. Emulsi sangat relevan hubungannya dengan krim, lotion, serum, minyak, balsam, gel dan lilin.

2.       Dispersi/Suspensi
Bubuk atau bedak, pewarna serta mineral adalah bahan yang lazim yang terdapat pada kosmetik seperti krim, sun screen, lipstik, dan cat kuku. Untuk tujuan keseragaman produk dan kualitas yang baik, pencampuran dan distribusi bedak, pigmen dan partikel harus dapat dipastikan terdistribusi secara merata.

3.       Distribusi partikel
Khusus untuk kosmetik yang bersifat rias wajah atau dekoratif, pigmen harus terbentuk kedalam ukuran mikron dan sub mikron dan harus terdispersi seragam dalam produk. Ketika gelombang ultrasonik terus-menerus memapar ke dalam cairan dan campuran yang kental, kativasi ultrasonik menghasilkan gaya pengadukan yang tinggi yang dapat memperkecil partikel dan pigmen ke dalam sub mikron dan ukuran nano partikel. Khusus untuk kosmetik rias seperti maskara, cat kuku, lipstik, dan rias wajah, distribusi pigmen yang baik adalah suatu tanda bahwa produk berkualitas kualitas, dan distribusi partikel tersebut sangat penting.

4.       Ekstraksi
Ultrasonik merupakan teknik yang paling cepat dan efisien untuk meningkatkan rendemen bahan aktif dari suatu tumbuhan seperti antioksidan, polisakarida, terpen, dan fenolat. Sebagai metode non termal, ekstraksi ultrasonik dapat menghindari bahan dari kerusakan dan degradasi bahan aktif yang bermanfaat. Disamping tingginya rendemen ekstraksi, keuntungan ekstraksi ultrasonik yaitu ramah lingkungan karena dapat menggunakan pelarut seperti air atau pun hanya membutuhkan sangat sedikit pelarut kimia, suhu rendah, dan waktu ekstraksinya pun relatif lebih cepat dibandingkan ekstraksi konvensional. Ekstraksi ultrasonik telah teruji sebagai teknik yang baik dan telah berhasil mendapatkan senyawa aktif seperti vit C, vit E, betakaroten, co-enzim, dan asam ferulat.  Selanjutnya, aplikasi gelombang ultrasonik dapat memperbaiki metode ekstraksi tradisional seperti ekstraksi soxhlet, karbondioksida superkritis, dan ekstraksi dengan enzim seperti untuk menghasilkan kolagen. 

5.       Liposom
Komponen aktif harus dienkapsulasi untuk dapat dibawa ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam agar terasa manfaat dan khasiatnya. Liposom merupakan pembawa komponen aktif atau nutrisi ke dalam tubuh. Sonikasi menjadi alat yang paling dapat diaplikasikan untuk mengenkapsulasikan komponen aktif atau nutrisi dalam liposom dan untuk mengemulsikannya ke dalam produk akhir.

6.       Pelarutan
Gelombang ultrasonik sangat efisien untuk melarutkan dan mencampur dua atau lebih fase hingga homogen menjadi produk yang seragam. Pengadukan dengan kekuatan yang besar dari ultrasonik membantu melarutkan bubuk seperti bubuk allantoin. Homogenisasi penting untukmenghasilkan produk berkualitas tinggi dengan karakteristik yang stabil. Karena itu, ultrasonik merupakan metode yang disukai ketika suatu produk akan dibuat melalui proses pelarutan dan homogenisasi.

Batavialab bersama PT. Mitra Jagad Inti menyediakan Ultrasonic Homogenizer Hielscher untuk kebutuhan laboratorium RnD, QC bahkan Produksi bagi Industri Anda.

Hubungi kami.
Telp.: (021) 8242 3951 - 0878 8545 8787
email: sales1@batavialab.com 

REFRAKTOMETER: mengukur Kematangan Buah dan Sayur dalam Derajat Brix Menggunakan Refraktometer






Menggunakan penginderaan tidak cukup baik untuk memeriksa kematangan buah dan sayur walaupun dilakukan dengan baik pada penampilan, aroma, dan tekstur buah dan sayuran tersebut. Namun demikian, ada metode yang akurat dalam menguji dan menentukan tingkat kematangan buah yaitu dengan mengukur konsentrasi gula dalam derajat Brix. Untuk melakukan hal tersebut, hanya diperlukan sedikit sari dari buah dan sayur sampel yang dapat digunakan oleh tenaga terlatih untuk mengetahui tingkat kematangan buah dan sayur khususnya di dunia industri pangan.

Derajat Brix

Refraktometer Refractometer

Derajat brix juga dikenal sebagai °Brix, Brix, %Brix yang merupakan unit pengukuran konsentrasi gula dari suatu cairan. Derajat Brix banyak digunakan dalam industri buah dan makanan, yang memproduksi jus buah, minuman dan produk kaya gula lainnya. Produk yang mengandung sebagian besar gula seperti glukosa, fruktosa dan sukrosa perlu diperiksa juga konsentrasi gulanya selain produk bebuahan.

Namun, berbagai asam yang terkandung dalam buah, sayur dan produk kaya gula seperti asam sitrat dan asam malat dapat mempengaruhi densitas dan indeks bias dari pengukuran gula tersebut. Lalu kita dihadapkan pada beberapa parameter dalam mengukur konsentrasi gula.

Derajat Brix dinamai oleh ilmuan Austria-Jerman Adolf  Ferdinand Wenceslaus Brix (1798-1870). Suatu cairan memiliki satu derajat Brix (1% Brix) jika memiliki indeks bias yang sama larutan dari 1g sukrosa dalam 100g larutan sukrosa. Jika 10 Brix berarti 10g sukrosa dalam 100g larutan sukrosa. 

1 °Brix ~ 1 °Balling ~ 4 °Oe ~ 1,3345 nD

Perangkat yang harus digunakan, yang seperti apa?
Untuk mempercepat pengukuran langsung di tempat refraktometer handheld digital sangat direkomendasikan. Alatnya ringan dan nyaman. Mengukur nilai brix dengan sentuhan tombol dan dilengkapi dengan kompensasi suhu. Namun demikian, akan sangat membantu untuk mengambil pengukuran dengan suhu yang dekat dengan 20 °C. jus dari sampel buah dan sayur dapat langsung diletakkan dipermukaan alat uji untuk diukur derajat Brix-nya dengan segera. Mungkin beberapa tetes atau 0,2 ml cukup untuk mengukur tingkat kematangan buah dan sayur di sebuah pabrik makanan atau minuman.

Keuntungan menggunakan refraktometer handheld digital:

  1. ·         Kecil dan seperti perangkat telepon genggam
  2. ·         Memiliki suhu kompensasi 10-40 °C
  3. ·         Tidak bergantung pada sumber cahaya
  4. ·         Chasing tahan air
  5. ·         Adaptor listrik dan interface PC

Contoh pengujian nilai Brix seperti, nanas dipanen segar memiliki derajat Brix sekitar 13 °Brix. Selama transportasi dari tempat pemanenan hingga pabrik dapat terjadi degreening alami yang mengakibatkan nilai Brix meningkat hingga 15 °Brix. Proses degreening ini tidak terlihat dari luar, namun dapat diukur. Nilai pengukuran nanas panen segar hingga pengiriman secara khas sekitar 14,2 – 14,7 °Brix. Jika nilai pengukuran jelas dibawah nilai tersebut, buah nanas tersebut berkualitas buruk.

Refraktometer Digital untuk Laboratorium
Refractometer Kruess

Refraktometer digital untuk penggunaan di meja laboratorium harus memenuhi beberapa persyaratan berikut.

  1.        Akurasi minimal 0,1 °Brix
  2.        Kontrol suhu otomatis
  3.        Kemampuan untuk memasukkan kode sampel
  4.        Menyimpan data
  5.       Dokumentasi penggunaan setiap pengukuran
  6.        Transfer data ke PC dan printer


Jenis DR6000 merupakan perangkat refraktometer yang sangat baik, dan dioperasikan dengan layar sentuh namun tahan gores dan awet. Terdapat elemen Peltier yang dapat mengontrol suhu sampel saat dioperasikan baik sampel dari ruangan dingin atau pun hangat – dari tempat pemanenan, tempat penyimpanan atau pun dari proses produksi. Refraktometer ini menggunakan prisma safir yang tahan gores dan tahan lama pula dengan penggunaan yang sering. Pembersihan dan kalibrasi refraktometer DR6000 sangat mudah yaitu cukup menggunakan kain selulosa dan air suling. Kalibrasi juga dapat dilakukan menggunakan air suling.

Refraktometer KRUESS DR6000 juga dapat digunakan untuk konsentrasi minyak, pelumas, dan cairan pendingin. Meskipun penggunaan ini tidak dimaksudkan untuk mengukur konsentrasi gula, derajat Brix sebagai skala merupakan metode tercepat dan sederhana untuk mengukur konsentrasi. Dengan menggunakan metode ini juga memungkinkan untuk mengukur kualitas minyak, memperkirakan masa operasi minyak atau pelumas dan cairan pendingin dari suatu konsentrat.

Batavialab bersama PT. Mitra Jagad Inti dapat menyediakan refraktometer handheld dan refraktometer table untuk laboratorium merk KRUESS sebagai solusi kebutuhan refraktometer di laboratorium Anda khususnya jika usaha Anda bergerak di bidang buah-buahan, sayur-mayur dan industri makanan dan minuman.

5 Tips Agar Menimbang Jadi Lebih Akurat




Analytical BalanceTimbangan Analitik Analytical Balance



Suatu ketidakmungkinan mendapatkan hasil yang akurat tanpa menggunakan Timbangan Analitik. Keakuratan Timbangan Analitik pun tidak setiap hasilnya benar jika penimbangan dilakukan dengan prosedur yang tidak tepat atau keliru. Terdapat banyak Timbangan Analitik yang tersedia dari yang paling dasar hingga yang rumit. Berikut 5 tips yang akan meningkatkan keakuratan Anda dalam  menimbang, timbangan apapun yang Anda gunakan.

·         Pastikan Timbangan Analitik Anda terkalibrasi dan di-Tera/Tare.
Anda harus memastikan bahwa Timbangan Analitik yang Anda beli dari supplier atau produsen sudah dikalibrasi dengan benar. Mungkin Anda membutuhkan sedikit ongkos tambahan untuk melakukan kalibrasi timbangan yang Anda beli. Selain itu, saat Anda ingin melakukan penimbangan menggunakan Timbangan Analitik, pastikan Anda melakukan ‘Tare’ hingga layar timbangan menunjukkan angka 0.0000g sebelum sampel diletakkan di pan timbangan.

·         Pilih lingkungan yang sesuai untuk mengaplikasikan timbangan Anda.
Kondisi ruangan seperti suhu, kelembaban, dan tekanan udara semua dapat mempengaruhi keakuratan Timbangan Analitik Anda. Dengan demikian, tempatkan timbangan pada suatu tempat yang konstan atau tetap, jangan sering dipindahkan. Beberapa timbangan memantau faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban selama operasi untuk menentukan ketidakpastian data. Tempat yang bebas atau terhindar dari getaran juga merupakan faktor lingkungan yang ideal. Tempat kerja timbangan yang jauh dari lalu lintas sangat baik untuk bekerja dengan Timbangan Analitik. Penggunaan meja timbang juga baik untuk meletakkan dan penggunaan Timbangan Analitik sehingga dihasilkan pengukuran yang akurat oleh timbangan.

·         Tangani setiap sampel dengan tepat.
Beberapa sampel memerlukan penanganan ekstra, sampel hangat atau panas harus didinginkan terlebih dahulu, dan sampel yang higroskopis harus ditimbang sesegera mungkin dengan Timbangan Analitik yang ditutup untuk menghindari penyerapan air yang dapat mempengaruhi pengukuran massa sampel Anda. Pastikan Anda meletakkan sampel tepat di tengah dari pan Timbangan Analitik. Anda harus memastikan bahwa Anda menggunakan Timbangan Analitik yang benar untuk jumlah sampel yang Anda ingin timbang, dan ukurannya sesuai dengan wadah sampel. Beberapa timbangan mungkin tidak dapat mengukur bahan yang sangat kecil, namun ada juga yang mampu menimbang untuk sampel 1 µg. Wadah yang terlalu kecil dapat membuat sampel Anda tumpah, mengotori timbangan, da mempengaruhi keakuratannya.

·         Hindari sentuhan dengan bagian tubuh dan gangguan.
Sidaik jari Anda dapat mempengaruhi berat wadah dan menambanh massa. Jadi gunakan penjepi dan sarung tangan untuk menghindari hal tersebut. Meletakkan timbangan pada meja yang tidak stabil dan seimbang juga menyebabkan keakuratan timbangan terganggu. Letakkan Timbangan Analitik diatas meja timbang yang kokoh dan kuat serta stabil, dan jangan lupa bahwa penggunaan Timbangan Analitik model penutup juga dapat meminimalkan gangguan yang datang dari udara seperti angina dan tekanan.

·         Simpan  timbangan dalam keadaan bersih setelah dipakai.
Terakhir, untuk menghindari kontaminasi sampel dengan kontaminan apapun yang sebelumnya ditimbang, simpan Timbangan Analitik Anda sama seperti ketika Anda ingin menggunakannya. Timbangan Analitik yang baik adalah timbangan yang dapat dengan mudah ‘dibongkar’ untuk mudah dan cepat dibersihkan. Penggunaan kuas yang lembut diperlukan untuk menjaga pan timbangan dan kabin terbebas dari partikulat.

Batavia Lab bersama PT. Mitra Jagad Inti dapat menyediakan Timbangan Analitik yang powerful dan sesuai untuk kebutuhan laboratorium Anda. Kami merekomendasikan penggunaan produk Timbangan Analitik OHAUS untuk kebutuhan Timbangan Analitik di laboratorium Anda. Beberapa produk Timbangan Analitik Kami sediakan untuk kebutuhan laboratorium Anda dapat dicek pada link berikut.


Selain Timbangan Analitik, kami juga dapat mensuplai beberapa kebutuhan laboratorium lainnya seperti mikroskop, hotplate stirrer, centrifuge, autoklaf, lemari asam, freeze dryer, ultrasonic cleaner, homogenizer ultrasonic, pH meter, DO meter, Shaker, Evaporator, dan Water Purifier.